Rabu, 31 Januari 2018

Melanesia Milik OAP

Kesadaran  orang papua  perluh tumbuh dengan baik, jika  orang papua tidak ada kesadaran dari  saat ini maka akan terjadi  kehilangan segala-galanya. Orang papua melepaskan tanahnya  dengan paksa  karena memang ditekan oleh kekuatan Militer  dan undangan-undang atas nama  pembangunan Nasional. Orang non papua mau  tinggal  di Papua atau tidak  semua tergantung  pada setiap orang Papua . Karena orang  non Papua  tidak akan  datang dan tinggal di Papua  kalau tidak ada tempat  dan tidak ada Tanah. Tetapi, orang papua yang memberikan tempat maka kaum migran  beranak cucu  di Papua sampai terjadi kawin campur. Orang papau susah protes dan berteriak karena mereka menjadi bagian  dari  orang Papua dan pasti kleim  diri bahwa  ia orang Papua mempunyai hak yang sama karena saya lahir  dan  darah saya mendarat  di atas tanah Papua sehingga saya tidak bisa  pergi dari  tanah Papua yang tercinta ini.

Suatu kebiasan orang Papua yang paling buruk adalah  sehabis menjual tanah  tidak mau  berfikir  mau bangun rumah permanen, atau tidak mau jadikan  modal usaha, tetapi hasil  jualnnya digunakan  utuk membelanjakan  uang itu dengan  minuman keras, togel, Judi,  sehabis uangnya,  kembali menjual lagi tanah sisanya. Begitulah  terus menerus  dan lama kelamaan  tanah miliknya sudah habis. Akhirnya menjual tanah  yang ada bangunan  rumahnya. Akibatnya, istri dan anak-anak  menjadi korban terlantar. Terjadilah pergeseran  domisili secara fisik. Hal ini terjadi karena  kurang adanya  kesadaran tidak mengetahui masa depan anak dan istri sehingga ujung-ujung menjadi miskin dan melarat ditanahnya sendiri. Sementara orang pendatang yang tadinya membeli tanah  dari dia  menjadi kaya dan senyuman manis menyindir dan menyakitkan.  Itulah hasil yang harus diterima akibat perbuatannya  yang menganggap rendah nilai tanah alih waris sebagi hak kesulungan warisan dan titipan nenek Moyang orang Melanesia di Papua Barat ini.

Kita itu Kawan

Dalam perjuangan Papua  ada tiga  titik perjuangan yang ditempu  berjuanga di tingkat dipolimasi, Geriliyawan, Gerakan sipil kota. Tiga titik ini kolektif dalam medang perjuangan yang tidak bisa dilepas.

Dalam  gerakan  mahasisswa akan terlihat perjuangan itu kompak dan bagus di antara kita sehinggah akan terlihat perjuangan yang hakiki dan kita memetik buah itu sendiri.

Tugas sebagai kita mahasiswa merupakan kita tetap  aksi , baca buku, refleksi,  diskusi dan bagun pemahan antar  kita dan bagaimana memikirkan mahasiswa Papua tetap bersatu dan mempertahankan persatuan yang solid.

Jika  anda tidak menyuarakan tentag nasib anak bangsa West Papua maka, mati  tidak ada warna  tersendiri dalam hidup perjungan.

Dalam perjuangan Papua Mereka adalah Merdeka secara total. Namuan dalam perjuangan tidaka ada namanya perbedaan laki- kali dan perempuan dan pula juga tidak ada egoiseme dan tidak ada beda Ideologi.

Waktu saya masih kecil di kampung saya ada perang saaat itu saya saksikan  bahwa " sebelum perang itu perempuan harus Injak  lebih duluhan ke arah lawannya  kemudian laki- laki butuh  permpuan  utuk pegang anak panah , dan mendampingi lakinya"

Jadi, seorang perempuan harus berfikir kristis, objektif  dan  jelih melihat rentetang  problem yang terus terjadi  di bumi papua.

Papua Ibarat " Perempuan cantik yang dirampas oleh ribuan laki~laki". Sama hal pula " pohon yang bertumbuh  bagus tetapi diisap oleh tumbuhan benalu menjadi kering ". Supaya hal ini tidak ada di Tanah Papua utuk Merebut Kembali  pada kita . Ada tiga musuh utama utuk Lawan  yaitu  Militerisme, Kolonialisme dan kapitalisme/ Imperialiseme Semuanya ini angakat dari Tanah Papua.

Jadikanlah sebagai jejak  Tokoh pejuang Papua Merdeka mama papua Yoseph Alomang  Ia memberikan prempuan papua untuk kokoh  dalam  perjuangan Papua Merdeka. Namun kejar dan memetik  hasil yang terbaik dari mama itu sendiri. Dalam hal dedikasi untuk anak yang dalam perutnya sampai menjalani proses sampai kelahirannya.

Salam pembebasan bersama kebenaran  sejarah sang bintang kejora. Hidup Perempuan Papua yang Melawan

Jejak gelisahan Lawan
[Ernesr]

Saya Analisa Perjuangan ULMWP Kemarin dan Kedepan.

ULMWP dibentuk di Vanuatu sejak tahun 2014, yang dibawahi tiga organisasi koordinasi, yaitu NRFPB, WPNCL, PNWP. Saat itu dipilih lagi pengurus, baik pengurus Dewan Komite dan Pengurus Eksekutif.

Pengurus yang terpilih saat itu adalah Oktovianus Mote (Sekjend), Benny Wenda (Juru Bicara), Anggota : Yakob Rumbiak, Rex Rumakiek dan Leoni Tagahma. Sedangkan dewan komite adalah Andi Ayamiseba, Buktar Tabuni, Edison Waromi dan Markus Haluk.

Setelah terbentuk ULMWP sebagai organ payung dalam perjuangan Papua Merdeka, dan sudah diterima menjadi anggota pengamat di MSG, saat KTT MSG yang dilaksanakan di honiara, Salomon Island. Setelah itu, perjuangan Papua Merdeka sudah terobos ke wilayah pasifik, karibia dan afrika bahkan pernah dibicarakan di sidang majelis umum PBB. 

Cuma yang menjadi tantangan adalah indonesia tidak tinggal diam selalu halangi terus, kekurangan dukungan dana dalam perjuangan, tidak mau saling menghargai dalam pengurus ULMWP, dan lain sebagainya.
*
Pertemuan KTT ULMWP pertama di Vanuatu dibuka oleh perdana menteri Vanuatu Carlos Salwai, pada 29 november 2017. Pada, 1 desember 2017 bertepatan dengan HUT Papua yang ke-56, dipilih pengurus baru ULMWP yang mempunyai struktur yang berbeda dari sebelumnya, yaitu; Ketua Eksekutif ULMWP (Benny Wenda), Wakil Ketua (Octovianus Mote), Sekertaris (Rex Rumakiek), Juru Bicara (Yakob Rumbiak), Bendahara (Paula Makabori), dan anggota (Oridek Ap). Sedangkan dewan komite ULMWP Ketua (Edison Waromi), Wakil Ketua (Andy Ayamiseba), dan anggota (Bukatar Tabuni), dan bagian bawahannya. 

Jadi, untuk perjuangan kedepan, akan lebih bagus bila cara perjuangannya itu menunjukan sebagai seorang pemimpin yang lebih profesional dari pada pengurus sebelumnya, khususnya saat pertemuan-pertemuan resmi dengan negara lain. 

Pengurus inti khususnya pemimpin ULMWP belajar lebih dalam tentang Papua dari yang sudah tahu, dan cara berdiplomasinya perlu menunjukan intelektualitas yang dapat meyakinkan dan memberikan pengetahuan tentang papua kepada negara-negara lain.

Saya, juga agak bertanya sedikit bila kita didukung oleh negara inggris serta bagian persemakmurannya, lalu kita diakui oleh PBB menjadi negara merdeka pasti kita juga akan menjadi negara bagian dibawah ketiak inggris, dengan dukungan basisnya Tuan Benny Wenda di inggris melalui organisasi IPWP dan ILWP. Pada hal soal Papua tak sangkut paut dengan inggris, saya kira kita berdiplomasi dengan amerika, belanda dan kawasan pasifik serta indonesia yang sedang menjajah, itu lebih bagus, biar kita menjadi negara sendiri tanpa dicampuri oleh negara lain.

Berdasarkan sejarah Papua, banyak kepedulian yang pernah dilakukan oleh negara amerika dan belanda ketimbang inggris, contohnya, pada saat jepang menyerang Papua, amerika menghancurkan 2 kota di jepang, lalu dia mundur dari Papua, walaupun kita benci amerika dengan dia ekploitasi emas dan perak di Papua, tetapi itu hanya permainan dari CIA. Jadi, saya kira kita berdiplomasi itu harus banyak-banyak di negara amerika, pasifik dan belanda serta afrika ketimbang inggris.

Soal kampanye di lapanganTuan Benny Wenda hebat dan punya keahlian khusus yang kita sangat hargai, namun soal profesionalitas sebagai seorang pemimpin yang berfokal agak lemah, maka kedepan semua yang terpilih menjadi pengurus ULMWP harus saling mendukung, biar kerja-kerja ULMWP dalam perjuangan Papua Merdeka kedepan lebih bagus lagi dari pengurus sebelumnya. Biarkan egoisme yang tersebung selama ini, dalam perjuangan Papua Merdeka di dalam pengurus ULMWP. 

Ini ada pertanyaan lagi, siapa yang akan kerja kantor IPWP & ILWP di inggris ? Jikalau Tuan Benny Wenda akan menempati kantor ULMWP baru di Vanuatu !!
*

Itulah yang saya sampaikan, biar kedepan lebih solit dalam perjuangan Papua menuju ke tingkat yang lebih lagi. Wa...wa...wa.


#FreeWestPapua.

Peran Mahasiswa dalam Perjuangan Penentuan Nasib Sendiri Rakyat Papua Barat

Mahasiswa adalah agen perubahan sehingga dituntut untuk tidak sekedar menampilkan dirinya menjadi sosok manusia elitis (terpelajar) yang kemudian menjelma menjadi mesin intelektual yang bekerja hanya dalam dunianya dan tersenyum diatas penderitaan rakyat, tetapi mahasiswa  turut dan terus berperan aktif dalam mengatasi segala bentuk ketidakadilan yang terjadi didalam negaranya, maka tidak jarang orang menyebut mahasiwa sebagai agen perubahan (Agent of change).

Perjuangan mahasiswa berdasarkan pada kebenaran sejarah politik bangsa Papua melalui Tokoh-tokoh intelek pertama di papua seperti Nicolaus Yowe dkk,pada tanggal 1 Desember 1961 Belanda  mengakui kemerdekaan Bangsa Papua dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora (BK) di tanah Papua. Pengibaran bendera tersebut di siarkan  melalui  radio Austaria  dan bebera media Internasional sekaligus membuka beberapa kantor kedutaan Papua di beberapa Negara, maka  dengan demikian Bangsa Papua sudah dan telah merdeka secara defacto dan dejure.

Namun kebenaran sejarah Papua tersebut di manipulasi oleh Amerika,Belanda, dan Indonesia melalui perjanjian-perjanjian  yang tanpa melibatkan Orang Papua yang berlangsung sejak tanggal  15 Agustus 1962- 1 Mei 1963 yang di sah kan melalui Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) pada tahun 1969 yang penuh dengan pengekangan dan penipuan dimana  pemerintah Indonesia hanya memperbolehkan 1025 orang yang menentukan masa depan Papua.

Kebohongan dan manipulasi kebenaran  sejarah  papua  yang telah terjadi di masa itu membuat rakyat  Papua hidup  dalam kebencian dan ketidak percayaan terhadap Pemerintah Indonesia yang telah merampas jatih diri orang Papua dan akhirnya masalah itu menjadi duri dalam daging bagi masyarakat Papua  yang hingga sekarang  terjadi  konflik horizontal  yang sangat problematik.

Manipulasi sejarah Papua yang di lakukan  itu membuat mahasiswa dan kaum intelektual Papua umumnya dan khususnya Aliansi Mahasiwa Papua (AMP) selalu dan senantiasa menyuarakan hak-hak rakyatnya  sejak tahun  1960-an hingga saat ini, dan akan berlangsung selama kolonialisme  Indonesia masih meraja   di atas seluru seantero West Papua. Bahwa akan terus berjuang bersama kebenaran sejarah dan rakyat tertindas untuk bebas atau merdeka seutuhnya.

Untuk mengenang dan memperingati hari- hari bersejarah bagi orang Papua. Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) selalu melalukan kegiatan-kegiatan yang dapat melawan lupa, sekaligus mengingatkan Negara kolonialis Republik Indonesia untuk mengakui kebenaran sejarah yang telah di manipulasi demi kepentingannya bersama negara-negara kapitalis Amerika dan antek-anteknya.Hari-hari bersejarah tersebut diantarnya tanggal 1 Desember 1961 yang hingga saat ini masih terus di peringati oleh Seluruh Rakyat Papua dan Mahasiswa papua sebagai hari kemerdekaan Bangsa West Papua.

Dengan melatar belakangi kebenaran sejarah yang telah di manipulasi Negara Kolonialis Indonesia, sebagai mana seperti yang  telah di utarakan secara singkat diatas,maka kaum intelektual dan mahasiswa papua dalam Aliansi Mahasiswa Papua ( AMP) akan selalu berjuang bersama kebenaran sejarah sang Bintang Kejora hingga "Papua Merdeka".

Salam Pembebasan "Bersama Kebenaran Sejarah Sang Bintang Kejora"

Salam Revolusi "Persatuan Tanpa Batas Berjuang Sampai Menang" 

Ugaa, Yuwo Beli



Sajak sajaknya bikin orang banyak berpikir. Berpikir tentang maksud dari nyanyian yang di nyanyikan. Tetapi sebagian orang tahu maksudnya, terutama kaum perempuan. Nyanyian ini lebih banyak dinyanyikan oleh kaum laki laki (meski ada yang dinyanyikan perempuan) dan perempuan juga merasakan maksud nyanyian itu. Klo di kota dong bilang spt berpuisi untuk si gadis.. hehehehe

Tempatnya khusus, dibuat seperti panggung tetapi didalam rumah. Panggung itu spt ayunan dan semua orang menari disitu dan waktunya pada malam hari. Tempat itu dong namakan Emaa. 

Tempat dong menyanyikan Ugaa (satu jenis nyanyian dari suku mee), dong menari dan pokoknya malam itu abu naik sampe pagi ( dong bergembira disitu). Laki laki maupun perempuan semua sama sama menari. 

Ugaa. Dalam ugaa, berbagai hal dong ungkapkan. Mulai dari kegembiraan, harapan, keinginan untuk memiliki, dan lainnya. Namun ada ugaa untuk kutuk tetapi yang ini sudah tidak lagi di nyanyikan di Emaaida. dong lebih banyak  menyanyikan ugaa untuk perempuan.  

Disini tempat orang saling kenal, suka, dan bangun hubungan cinta. Yang pada akhirnya menikah dan beranak cucu.

Ketika sebuah kampung buat tempat ini (emaaida), ada maksud dan tujuannya. Dong minta kesuburan manusia, ternak, dan tumbuhan yang diakhiri dengan syukuran dan menuai hasilnya, Hasil manusia ( beranak cucu), hasil ternak ( jual babi) dan hasil kebun. Yang diakhiri dengan pesta besar, Yakni pesta Yuwo.

Pada bulan Juni lalu (2017), dikampung odima ( distrik wegebino) lakukan yowo. Saya mendengar banyak babi dipotong di sana dan ada juga yang jual. Seantero Paniai menghadiri Yuwo. Tetapi yang menjadi pertanyaan, siapa yang piara babi itu?

Saya mendengar, babi itu dibawah dari Nabire. Dong beli dengan belasan hingga puluhan juta. Hanya ada beberapa ekor babi yang dipiara dikampung. Beberapa orang Pejabat datangkan babi 10-30 an ekor, ada Sebagian masyarakat juga beli babi. Pejabat dan masyarakat sama sama beli babi. Sangat ironis.

Saat liburan Natal di Paniai, saya lihat ada beberapa emaaida. Semoga pada saat Yuwo nanti, dong menuai hasil yang baik, dong potong babi piaraan mereka sendiri, dong tra beli lagi. 

Tetapi pada catatan ini, ingin saya sampaikan kalo saya belum paham setiap Ugaa yang dinyanyikan disana. Juga, katanya ada beberapa jenis ugaa dan itu semuanya saya belum tahu, dan jujur, saya tra bisa Ugaa. Harus kembali ke kampung, sekolah di sana. Biar saya ber-ugaa sama perempuan di kota.


Selamat pagi

[AK] 

YA atau TIDAK !!



Freeport McMoran itu Milik CIA di USA, bukan Punyanya Negara America. Sedangkan P.T.FI itu punyanya jaringan CIA di indonesia, namun itu diakomodir dalam sistem pemerintahan Negara Indonesia.

Indonesia sering ancam Freeport Macmoran di USA hanya menyembunyikan jaringan kerja mereka, pada hal yang menikmati adalah para penguasa di indonesia sendiri. 

Sering pak Yusuf Kalla ungkap ketika terjadi keributan soal freeport, bahwa yang menikmati itu amerika atau orang asing maka orang asli papua atau para karyawan/ti PT.FI harus demo ke negara amerika itu, hanya bahasa untuk menutupi jaringan kerja mereka sebagai para pebisnis kelas kakap yang selalu menindas rakyatnya sendiri.
***
Jadi, untuk terkait dengan Papua Merdeka itu, gampang tergantung persatuan dan kemampuan orang asli Papua sendiri, khususnya mereka yang sudah berhati ideologi Papua Merdeka;  dengan cara : " bentuk tim semacam ULMWP atau OPM-TPNPB, lalu menghadap langsung ke Presiden atau Pemerintaan America Serikat ". Mengapa saya katakan demikian ? soalnya  penjelasan tadi itu, dan Negara Amerika itu orang tua bagi kawasan pasifik, dia punya juga termasuk kawasan oseania, Amerika itu orang tua bagi negara yang bermayoritas agama Kristen di kawasan Pasifik, dia juga selalu lindungi kawasan pasifik termasuk Papua mulai dari perang dunia satu sampai perang dunia dua.

Jadi, saya kira harapan pembebasan papua barat di masa yang akan datang ada di negara Amerika itu. Kita Papua ingat itu, belajar terus, membangun komunikasi terus, kearah pasifik sampai Amerika. Kita jangan mundur, pasti maju menggunakan bintang harapan (bintang pagi), sebelum melihat bintang iman dan kasih menuju ke hari siang dan sore bahkan sampai tempat peristirahatan akhir.

Catatan ini : kata-kata si doktor dari USA kepada saya.

***

[DeN]

Tak perlu takut Kuliah !



Kuliah saya lebih susah saat itu, saya memutuskan hal yang lebih rumit lagi. Nilai  saya lima semester ditahan, hanya karena pimpin aksi pertama di Bogor.  Kawan" wisuda 2013 lalu. Saya masih  dipusingkan dengan  urusan laporan PKL individu selama 2 tahun pula bersama urus transkrip saya. 

Apalagi urus nilai saya, salah-satu dari sekian banyak mata Kuliah seperti Hortikultura, Jumlah nilai Total 97 diberi Nilai C.  Jalan buntu kuliah saya, memilih membawah adikku ke Bogor. 

Kita tahu kehidupan di Jakarta dan sekitarnya, buang air kecil saja dibayar. Kami pu uang hanya Rp. 5.200.000 ( uang ini termasuk ongkos perjalanan Paniai-Jayapura-Jakarta- Bogor). Sisa hanya Rp.2.600.00. Uang ini tidak cukup masuk Universitas yang rata" Rp.5.000.000 sampai Rp.10.000.000. 

Memilih untuk adik masuk di Sekolah Tinggi saja,  makan tidak makan urusan, saya perlakukan seperti anak SMP dengan uang yang kami punya. Saya berikan setiap hari Rp.10.000 ongkos pulang pergi.... 

Saya menyadari beliau punya potensi Percakapan Bahsa Inggris dengan baik, harusnya masuk Universitas di Jurusan Bahasa Inggris atau Hubungan Internasional, apa lah daya,  Anak Petani. 

Bersambung lagi.... Selamat memasuki hari" terakhir di STIMIK Bogor, Tuhan sayang, banyak orang lebih susah mendapatkan Pendidikan yang layak!



Catatan ini utuk Adikku
Bogor, 23 Desember 2017

Rindu Ingin Bersama Dia


Kerinduan mulai melanda dalam hidupku, pada akhir-akhir menjalang bulan ini, sepertinya Angin Jalan. 5 tahun yang lalu bersama itu pengalaman yang pahit mapaun baik menjadikan kisah atau membekas yang tak terlupa dalam kehidupan karena bagi diriku, dalam kehidupan ini dapat memberi energi positif dalam kehidupan menuju pada panggilan yang saya cita-citakan, yang mana mau menjadi dewan  di Papua untuk kelanya.
Yosias Iyai alias Ajal  ialah om saya kalau saya melihat dari hubungan keluarga dari mama yaitu, Gobai dari Geko  pengakuan oleh hubungan keluarga itu benar karena, Bapak  saya juga sudah dimengakui dan mengikatkan dan Mama dari Yosias Iyai  juga mengakui dan diingatkan kepada  anaknya.  Maka  seusai itu kami dua menyapa baku panggil dengan om dimana saja kita berdua berjumpa baik itu melalui media elektronik  sepertinya Facebook dan via hp.
Kata om bagi orang Paniai sagat bermakna dalam kehidupan karena om itu boleh di sebut dengan detak-detak napas hidup atau jantung hidup, pada malam hari ini mulai mengukir kembali kebaikan hati melalui pengalaman yang berdua lalui bersama pada saat hidup bersama di Bogor Kota Hujang kurang lebih 5 tahun.
Saya rindu ingin bersama dia untuk peluk, merabah, dan berjalan bersama langkah demi langkah. Namun ia jauh dari saya. saya hanya mengembus napas panjang dan saya pula juga menitipkan salam kepadanya jauh yang disana lewat angin.
Saya merasah kalau kita berjumpa dengan orang yang paling sayanginya dan orang yang curhat saya mengangap orang tersebut ini Yesus yang hadir bersama saya dalam kehidupan karena yesus juga megajarkan kepada muridnya bahwa siapa yang percaya, kepada saudara yang hadir di sekitarnya ialah saya yang hadir karena Yesus juga manusia biasa maka, ia juga serupa dengan saudara karena Allah menciptakan manusia segambar serupa dengan Allah sendiri.
Dan komitmen yang pernah di sepakati bersama bahwa “aktivis” untuk kelaknya maka, selama hidup bersama di Bogor yang pertama mengalami pengalaman yang baik dan tidak baik itu memberikan semagat dengan melalui kata-kata sehari-hari yang memberi angin segar dalam perjuangan ini agar selama menjalani panggilan ini tidak merasa minder, putus asah, bosan. Dan merasa malas dari panggilan tetapi malalui berkata-kata yang memberi semagat ini membagunkan optimis dalam perjuangan menuju merai cita-cita yang mana, menjadi dewan dan aktivis untuk kelak yang berkualitas di Papua.

[ernest]