Kuliah saya lebih susah saat itu, saya memutuskan hal yang lebih rumit lagi. Nilai saya lima semester ditahan, hanya karena pimpin aksi pertama di Bogor. Kawan" wisuda 2013 lalu. Saya masih dipusingkan dengan urusan laporan PKL individu selama 2 tahun pula bersama urus transkrip saya.
Apalagi urus nilai saya, salah-satu dari sekian banyak mata Kuliah seperti Hortikultura, Jumlah nilai Total 97 diberi Nilai C. Jalan buntu kuliah saya, memilih membawah adikku ke Bogor.
Kita tahu kehidupan di Jakarta dan sekitarnya, buang air kecil saja dibayar. Kami pu uang hanya Rp. 5.200.000 ( uang ini termasuk ongkos perjalanan Paniai-Jayapura-Jakarta- Bogor). Sisa hanya Rp.2.600.00. Uang ini tidak cukup masuk Universitas yang rata" Rp.5.000.000 sampai Rp.10.000.000.
Memilih untuk adik masuk di Sekolah Tinggi saja, makan tidak makan urusan, saya perlakukan seperti anak SMP dengan uang yang kami punya. Saya berikan setiap hari Rp.10.000 ongkos pulang pergi....
Saya menyadari beliau punya potensi Percakapan Bahsa Inggris dengan baik, harusnya masuk Universitas di Jurusan Bahasa Inggris atau Hubungan Internasional, apa lah daya, Anak Petani.
Bersambung lagi.... Selamat memasuki hari" terakhir di STIMIK Bogor, Tuhan sayang, banyak orang lebih susah mendapatkan Pendidikan yang layak!
Catatan ini utuk Adikku
Bogor, 23 Desember 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar