ULMWP dibentuk di Vanuatu sejak tahun 2014, yang dibawahi tiga organisasi koordinasi, yaitu NRFPB, WPNCL, PNWP. Saat itu dipilih lagi pengurus, baik pengurus Dewan Komite dan Pengurus Eksekutif.
Pengurus yang terpilih saat itu adalah Oktovianus Mote (Sekjend), Benny Wenda (Juru Bicara), Anggota : Yakob Rumbiak, Rex Rumakiek dan Leoni Tagahma. Sedangkan dewan komite adalah Andi Ayamiseba, Buktar Tabuni, Edison Waromi dan Markus Haluk.
Setelah terbentuk ULMWP sebagai organ payung dalam perjuangan Papua Merdeka, dan sudah diterima menjadi anggota pengamat di MSG, saat KTT MSG yang dilaksanakan di honiara, Salomon Island. Setelah itu, perjuangan Papua Merdeka sudah terobos ke wilayah pasifik, karibia dan afrika bahkan pernah dibicarakan di sidang majelis umum PBB.
Cuma yang menjadi tantangan adalah indonesia tidak tinggal diam selalu halangi terus, kekurangan dukungan dana dalam perjuangan, tidak mau saling menghargai dalam pengurus ULMWP, dan lain sebagainya.
*
Pertemuan KTT ULMWP pertama di Vanuatu dibuka oleh perdana menteri Vanuatu Carlos Salwai, pada 29 november 2017. Pada, 1 desember 2017 bertepatan dengan HUT Papua yang ke-56, dipilih pengurus baru ULMWP yang mempunyai struktur yang berbeda dari sebelumnya, yaitu; Ketua Eksekutif ULMWP (Benny Wenda), Wakil Ketua (Octovianus Mote), Sekertaris (Rex Rumakiek), Juru Bicara (Yakob Rumbiak), Bendahara (Paula Makabori), dan anggota (Oridek Ap). Sedangkan dewan komite ULMWP Ketua (Edison Waromi), Wakil Ketua (Andy Ayamiseba), dan anggota (Bukatar Tabuni), dan bagian bawahannya.
Jadi, untuk perjuangan kedepan, akan lebih bagus bila cara perjuangannya itu menunjukan sebagai seorang pemimpin yang lebih profesional dari pada pengurus sebelumnya, khususnya saat pertemuan-pertemuan resmi dengan negara lain.
Pengurus inti khususnya pemimpin ULMWP belajar lebih dalam tentang Papua dari yang sudah tahu, dan cara berdiplomasinya perlu menunjukan intelektualitas yang dapat meyakinkan dan memberikan pengetahuan tentang papua kepada negara-negara lain.
Saya, juga agak bertanya sedikit bila kita didukung oleh negara inggris serta bagian persemakmurannya, lalu kita diakui oleh PBB menjadi negara merdeka pasti kita juga akan menjadi negara bagian dibawah ketiak inggris, dengan dukungan basisnya Tuan Benny Wenda di inggris melalui organisasi IPWP dan ILWP. Pada hal soal Papua tak sangkut paut dengan inggris, saya kira kita berdiplomasi dengan amerika, belanda dan kawasan pasifik serta indonesia yang sedang menjajah, itu lebih bagus, biar kita menjadi negara sendiri tanpa dicampuri oleh negara lain.
Berdasarkan sejarah Papua, banyak kepedulian yang pernah dilakukan oleh negara amerika dan belanda ketimbang inggris, contohnya, pada saat jepang menyerang Papua, amerika menghancurkan 2 kota di jepang, lalu dia mundur dari Papua, walaupun kita benci amerika dengan dia ekploitasi emas dan perak di Papua, tetapi itu hanya permainan dari CIA. Jadi, saya kira kita berdiplomasi itu harus banyak-banyak di negara amerika, pasifik dan belanda serta afrika ketimbang inggris.
Soal kampanye di lapanganTuan Benny Wenda hebat dan punya keahlian khusus yang kita sangat hargai, namun soal profesionalitas sebagai seorang pemimpin yang berfokal agak lemah, maka kedepan semua yang terpilih menjadi pengurus ULMWP harus saling mendukung, biar kerja-kerja ULMWP dalam perjuangan Papua Merdeka kedepan lebih bagus lagi dari pengurus sebelumnya. Biarkan egoisme yang tersebung selama ini, dalam perjuangan Papua Merdeka di dalam pengurus ULMWP.
Ini ada pertanyaan lagi, siapa yang akan kerja kantor IPWP & ILWP di inggris ? Jikalau Tuan Benny Wenda akan menempati kantor ULMWP baru di Vanuatu !!
*
Itulah yang saya sampaikan, biar kedepan lebih solit dalam perjuangan Papua menuju ke tingkat yang lebih lagi. Wa...wa...wa.
#FreeWestPapua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar