Kerinduan
mulai melanda dalam hidupku, pada akhir-akhir menjalang bulan ini, sepertinya Angin
Jalan. 5 tahun yang lalu bersama itu pengalaman yang pahit mapaun baik
menjadikan kisah atau membekas yang tak terlupa dalam kehidupan karena bagi
diriku, dalam kehidupan ini dapat memberi energi positif dalam kehidupan menuju
pada panggilan yang saya cita-citakan, yang mana mau menjadi dewan di Papua untuk kelanya.
Yosias
Iyai alias Ajal ialah om saya kalau
saya melihat dari hubungan keluarga dari mama yaitu, Gobai dari Geko pengakuan oleh hubungan keluarga itu benar
karena, Bapak saya juga sudah dimengakui
dan mengikatkan dan Mama dari Yosias Iyai juga mengakui dan diingatkan kepada anaknya.
Maka seusai itu kami dua menyapa
baku panggil dengan om dimana saja kita berdua berjumpa baik itu melalui media
elektronik sepertinya Facebook dan via
hp.
Kata om bagi
orang Paniai sagat bermakna dalam kehidupan karena om itu boleh di sebut dengan
detak-detak napas hidup atau jantung hidup, pada malam hari ini mulai mengukir
kembali kebaikan hati melalui pengalaman yang berdua lalui bersama pada saat
hidup bersama di Bogor Kota Hujang kurang lebih 5 tahun.
Saya rindu
ingin bersama dia untuk peluk, merabah, dan berjalan bersama langkah demi
langkah. Namun ia jauh dari saya. saya hanya mengembus napas panjang dan saya
pula juga menitipkan salam kepadanya jauh yang disana lewat angin.
Saya
merasah kalau kita berjumpa dengan orang yang paling sayanginya dan orang yang
curhat saya mengangap orang tersebut ini Yesus yang hadir bersama saya dalam
kehidupan karena yesus juga megajarkan kepada muridnya bahwa siapa yang
percaya, kepada saudara yang hadir di sekitarnya ialah saya yang hadir karena
Yesus juga manusia biasa maka, ia juga serupa dengan saudara karena Allah
menciptakan manusia segambar serupa dengan Allah sendiri.
Dan
komitmen yang pernah di sepakati bersama bahwa “aktivis” untuk kelaknya maka, selama
hidup bersama di Bogor yang pertama mengalami pengalaman yang baik dan tidak
baik itu memberikan semagat dengan melalui kata-kata sehari-hari yang memberi
angin segar dalam perjuangan ini agar selama menjalani panggilan ini tidak
merasa minder, putus asah, bosan. Dan merasa malas dari panggilan tetapi
malalui berkata-kata yang memberi semagat ini membagunkan optimis dalam
perjuangan menuju merai cita-cita yang mana, menjadi dewan dan aktivis untuk
kelak yang berkualitas di Papua.
[ernest]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar