Rabu, 31 Januari 2018

Rindu Ingin Bersama Dia


Kerinduan mulai melanda dalam hidupku, pada akhir-akhir menjalang bulan ini, sepertinya Angin Jalan. 5 tahun yang lalu bersama itu pengalaman yang pahit mapaun baik menjadikan kisah atau membekas yang tak terlupa dalam kehidupan karena bagi diriku, dalam kehidupan ini dapat memberi energi positif dalam kehidupan menuju pada panggilan yang saya cita-citakan, yang mana mau menjadi dewan  di Papua untuk kelanya.
Yosias Iyai alias Ajal  ialah om saya kalau saya melihat dari hubungan keluarga dari mama yaitu, Gobai dari Geko  pengakuan oleh hubungan keluarga itu benar karena, Bapak  saya juga sudah dimengakui dan mengikatkan dan Mama dari Yosias Iyai  juga mengakui dan diingatkan kepada  anaknya.  Maka  seusai itu kami dua menyapa baku panggil dengan om dimana saja kita berdua berjumpa baik itu melalui media elektronik  sepertinya Facebook dan via hp.
Kata om bagi orang Paniai sagat bermakna dalam kehidupan karena om itu boleh di sebut dengan detak-detak napas hidup atau jantung hidup, pada malam hari ini mulai mengukir kembali kebaikan hati melalui pengalaman yang berdua lalui bersama pada saat hidup bersama di Bogor Kota Hujang kurang lebih 5 tahun.
Saya rindu ingin bersama dia untuk peluk, merabah, dan berjalan bersama langkah demi langkah. Namun ia jauh dari saya. saya hanya mengembus napas panjang dan saya pula juga menitipkan salam kepadanya jauh yang disana lewat angin.
Saya merasah kalau kita berjumpa dengan orang yang paling sayanginya dan orang yang curhat saya mengangap orang tersebut ini Yesus yang hadir bersama saya dalam kehidupan karena yesus juga megajarkan kepada muridnya bahwa siapa yang percaya, kepada saudara yang hadir di sekitarnya ialah saya yang hadir karena Yesus juga manusia biasa maka, ia juga serupa dengan saudara karena Allah menciptakan manusia segambar serupa dengan Allah sendiri.
Dan komitmen yang pernah di sepakati bersama bahwa “aktivis” untuk kelaknya maka, selama hidup bersama di Bogor yang pertama mengalami pengalaman yang baik dan tidak baik itu memberikan semagat dengan melalui kata-kata sehari-hari yang memberi angin segar dalam perjuangan ini agar selama menjalani panggilan ini tidak merasa minder, putus asah, bosan. Dan merasa malas dari panggilan tetapi malalui berkata-kata yang memberi semagat ini membagunkan optimis dalam perjuangan menuju merai cita-cita yang mana, menjadi dewan dan aktivis untuk kelak yang berkualitas di Papua.

[ernest]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar