Dahulu kala semenjak berlalu
Ketika ku menatapi keadaan yang sedang terjadi di tanah leluhur ku.
Tak terduga derita yang di alami
Bagaikan derasnya sungai yang mengalir
Entah harus buat apa..?
Sekeras tenaga ku luangkan
Dalam tangisan aku berseru
Berbagai cara ku cobah
Untuk menutupi derita yang ku alami
Seolah—olah aku tak punya harapan
Dan impian yang ideal
Seolah—olah hidupku terimpit oleh duri
Tak bisa ku embus kan napas segar
Entah kepada siapa....?
Aku meminta tolong
Tak ada yang mau peduli dengan
deritaku dan Tangisanku
Hidupku bagaikan jalan yang tanpa tujuan
Apakah mungkin Tuhan tak peduli dengan Jeritan kulit hitam yang terbelenggu Dalam tangisan dan derita ini ataukah Tuhan harapkan untuk derita dalam naungan orang yang tak berbudi
entah sampai kapan jeritan derita ku
Kan berakhir
Untuk sampai di titik jeritan tangis
Bangsa Kulit hitam
Karya: Frans Boga
Mahasiswa STFT Fajar Timur, Jayapura Papua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar