Jumat, 16 Februari 2018

Jeritan Anak Papua



Dahulu kala semenjak berlalu
Ketika ku menatapi keadaan yang sedang terjadi di tanah leluhur ku.

Tak terduga derita yang di alami
Bagaikan derasnya sungai yang mengalir

Entah harus buat apa..?
Sekeras tenaga ku luangkan
Dalam tangisan aku berseru
Berbagai cara ku cobah
Untuk menutupi derita yang ku alami

Seolah—olah aku tak punya harapan
Dan impian yang ideal
Seolah—olah hidupku terimpit oleh duri
Tak bisa ku embus kan napas segar

Entah kepada siapa....?
Aku meminta tolong
Tak ada yang mau peduli dengan
deritaku dan Tangisanku
Hidupku bagaikan jalan yang tanpa tujuan


Apakah mungkin Tuhan tak peduli dengan Jeritan kulit hitam yang terbelenggu Dalam tangisan dan derita ini ataukah Tuhan harapkan untuk derita dalam naungan orang yang tak berbudi

entah sampai kapan jeritan derita ku
Kan berakhir
Untuk sampai di titik jeritan tangis
Bangsa Kulit hitam


Karya: Frans Boga

Mahasiswa STFT Fajar Timur, Jayapura Papua. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar