Senin, 05 Februari 2018
Ketua Imapa ajak orang percaya refleksikan makna Inji
BOGOR| Bintang Timur- Tepat 5 Februari 1855 atau 163 tahun yang lalu, dua orang Zendeling (Penginjil) asal Jerman Carl Willem Ottow dan Johan Gottlob Geissler membawa berita Injil Keselamatan ke Tanah Papua tepat di Pulau Mansinam, Manokwari.
Dan hari ini, Senin (5/2/2018) momen tersebut kembali diperingati semua orang percaya di seluruh Papua dan Papua Barat termasuk mahasiswa Papua Bogor.
Ketua IMAPA Bogor Yunus Gobai dalam pernyataannya menegaskan bahwa Injil itu ada pada orang-orang yang tertindas, teraniaya dan yang membutuhkan keadilan, kasih sayang serta sentuhan tangan dari orang percaya dalam hal ini warga jemaat.
"Kita merayakan 163 tahun Injil masuk di Tanah Papua dengan sukacita dan damai tapi masih ada yang tertembak dan darahnya mengalir di atas tanah ini.
Bahkan juga ada yang teraniaya hingga hukumannya diberatkan padahal dia harus melakukan kebenaran dan keadilan itu,“ tegasnya saat memberikan sambutan pada ibadah perayaan HUT yang ke -163 tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua, Senin (5/2/2018).
"Injil merupakan kekuatan Allah yang menyelamatkan semua orang maka kita boleh berada di 163 tahun ini. Karena itu, saya ingin mengajak kita semua untuk merefleksikan apakah Injil itu sudah kita laksanakan di tanah Papua dan mahasiswa Papua Bogor ini," tanyanya.
Ketua Imapa kemudian menyinggung persoalan yang terus terjadi di tanah Papua. Seperti yang saat ini terjadi di kabupaten Asmat dan Timika
Kondisi anak-anak di asmat 60 orang meninggal karena campak dan kurang gizi di Kabupaten Asmat dan pembunuhan terhadap mama kamoro di Port Zite oleh Militer Indonesia.
"Mari kita berbeban dan diakan kepada mereka agar Tuhan pulihkan dan ubah serta menguduskan diri mereka sebagai umat kepunyaan-Nya dan terjadi perubahan bersama di kota Asmat dan Timika ini," ajaknya.
Hal ini, merupakan inti dari pada perayaan Injil yang ke 163 di Tanah Papua yang ketika itu terus tersebar sampai ke Papua.
"Saya berdiri di sini juga karena Injil yang menerangi tanah dan negeri ini dari Mansinam sampai ke Port Numbay dan karena Injil saya bisa berdiri sini dan bertemu dengan mahasiswa papua Bogor,"tandas ketua Imapa.
Waktu yang sama, pembicara Firman Jack Tebai mengatakan , kiranya hari ini kita telah menerima terang namun di lain sisi kita sedang di enakan oleh kenikmatan dunia yang sesaat. tetapi kitapun harus memahami bahwa melalui injil yang telah masuk ke tanah Papua membuktikan bahwa Firmannya telah sampai ke ujung bumi, dan yang belum terjangkau sedang dalam proses.
Hal ini membuktikan bahwa kedatangan Sang Raja telah dekat, maka itu persiapkanlah dirimu untuk menyambut kedatangannya yang kedua kali.
Tempat yang berbeda, Wakil ketua Imapa Bernad Rumpeday mengatakan, ibadah Injil masuk ke tanah Papua yang ke-163 tahun Ikatan Mahasiswa Papua Bogor ikut mengambil bagian dalam melaksanakan ibadah bersama keluarga besar IMAPA
Biarlah melalui ibadah syukuran ini imapa dapat menjadi salah satu organisasi Sosial yang bisa membantu dalam pekabaran injil di mana pun kami berada sabagai mahasiswa Kristen yang meningkatkan kedewasaan sebagai wujud mahasiswa Kristen yang Dewasa Mandiri dan Proposional
[Ernest]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar