Selasa, 20 Februari 2018

Konflik Horisontal Terus Berlanjut, SPKH Timika Konpers di Jakarta



JAKARTA| Bintang Timur -- Menyikapi konflik antar suku yang terjadi di Timika, Papua, mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Konflik Horisonta (SPKH) Timika se Jawa dan Bali melakukan konfrensi Perss  di  LBH Jakarta, Senin, (20/2/2018)

Ketua Koordinator SPKH, Nelson Tenbak mengatakan, Mahasiswa asal Timika yang ada di setiap kota studi di Jawa dan Bali sudah ada  Jakarta untuk berkumpul bersama, guna berkonsolidasi agar demo dengan massa yang besar bisa digelar besok (21/2/2018) 

“Aksi demo ini untuk sikapi konflik  horisontal yang terjadi di Timika. Kami akan mendesak pihak-pihak terkait untuk memberikan perhatian agar konflik ini dapat terselesaikan,” ujar Nelson

Nelson menjelaskan, konflik di Timika sudah berlangsung lama dari tahun 2012 hingga 2018, namun belum ada perhatian yang serius dari para pemangku kepentingan, termasuk pemerntah daerah dan pemerintah pusat.

Yanes Murib mengatakan, semua pihak berdiam diri, padahal setiap hari korban bertambah. Kami mahasiswa sebagai agen perubahan akan mendesak pemerintah pusat,  Pemerintah Provinsi, DPR RI dan Mabes Polri untuk segera mengambil langkah-langkah kongkrit agar dapat menyelesaikan konflik yang terjadi,” ujarnya.

Mahasiswa Unas ini, berharap kepada pihak-pihak peduli dengan konflik yang terjadi Timika  distik kwamki lama untuk segera mengambil solusi, agar Timika sebagai tanah yang damai dan tentram dapat tercipta.

“Dan juga semua pihak, baik dari agama, pemerintah, Polri, Tokoh Adat serta seluruh masyarakat duduk bersama guna mencari solusi,” harapnya ketua IPMAP Jakarta 

Helena Kobogau menambahkan , kondisi konflik horisontal belanjut  sejak lama ssmpai detik ini belum  ada  penyelesaian yang menghasilkan benar-benar konflik ini selesai tuntas. 

Dijelaskan, kondisi  masyarakat tidak nyaman. Anak-anak tidak sekolah dengan baik. Adanya konflik ini maka aktifitas warga di distrik kwamki narama terganggu baik dalam proses pencharian hidup warga setempat. 

Ia menambhakan, banyak hal lain lagi yang mempengaruhi aktifitas hidup mereka karena perang tak kunjung selesai. 


(ernest)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar